Dari Halal Menuju Berkah
Kultum
H
Henny Purnianto
5 Mei 2026
3 menit baca
2 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَ...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: {يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ} (البقرة: 168)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Hadirin sekalian, para Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Jalan-jalan di tepi kolam,
Hendak mencari bunga melati.
Jika hidup ingin tentram,
Pilihlah yang halal dan berhati-hati.
Islam mengajarkan sebuah prinsip fundamental dalam setiap aspek kehidupan kita, mulai dari urusan pribadi, keluarga, hingga muamalah atau interaksi sosial ekonomi: yaitu keharusan untuk menempuh jalan yang halal. Namun, seringkali kita terhenti pada pemahaman halal itu sendiri, tanpa merenungi konsekuensi hilirnya, yaitu keberkahannya. Mari kita renungkan bersama, bagaimana perjalanan dari sesuatu yang halal itu dapat mengantarkan kita pada rahmat dan nikmat yang melimpah dari Allah, yaitu berkah.
Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 168, "Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi, yang halal lagi baik, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." Ayat ini jelas menyeru kepada kita untuk memilih makanan yang halal dan thayyib, yang baik lagi suci. Halal adalah syarat mutlak yang menjadi dasar utama. Namun, kata "thayyib" mengandung makna yang lebih luas, yaitu sesuatu yang baik, bersih, bermanfaat, dan membawa kebaikan. Di sinilah letak perbedaannya. Sesuatu yang halal belum tentu thayyib, namun yang thayyib pasti halal.
Keberkahan itu bukan sebatas banyaknya harta atau banyaknya anak. Keberkahan adalah ketika sedikit harta terasa cukup, ketika waktu yang ada terasa panjang untuk kebaikan, ketika keluarga menjadi sakinah mawaddah warahmah, ketika setiap amal ibadah diterima, dan ketika kebaikan senantiasa menyelimuti hidup kita. Imam Al-Ghazali rahimahullah pernah berkata, "Berkah itu adalah kebaikan yang banyak dan abadi."
Banyak orang mengejar kekayaan dengan cara yang mungkin terlihat halal di permukaan, namun seringkali terselip unsur ketidakhati-hatian, penipuan, atau merugikan orang lain. Misalnya, dalam berbisnis, tidak jujur dalam menimbang, menyembunyikan cacat barang, atau mengambil untung yang berlebihan tanpa memikirkan kemaslahatan pembeli. Padahal, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, "Satu dirham yang ditukarkan dengan cara yang halal, lebih baik daripada seratus ribu dirham yang ditukarkan dengan cara yang haram." Ini menegaskan bahwa kualitas, bukan kuantitas, yang utama.
Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu pernah mengingatkan, "Bukanlah kekayaan yang saya takuti menimpa kalian, melainkan keberkahan yang dicabut daripadanya." Keberkahan dicabut ketika kita lengah dalam menjaga kehalalan rezeki kita. Seringkali kita merasa kesulitan padahal harta sudah banyak, atau merasa tidak tenang padahal pekerjaan sudah mapan. Itu bisa jadi pertanda hilangnya keberkahan.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa introspeksi diri dan memperbaiki niat kita. Cari rezeki yang benar-benar halal, yang baik, dan yang mendatangkan ridha Allah. Berbisnislah dengan jujur dan adil. Bekerjalah dengan ikhlas karena Allah. Libatkan Allah dalam setiap transaksi dan usaha kita. Karena ketika kejujuran dan keikhlasan menyertai setiap langkah pencarian rezeki yang halal, insya Allah, Allah akan limpahkan keberkahan dalam setiap aspek kehidupan kita.
Mari kita mulai dari hal terkecil: pastikan makanan dan minuman yang kita konsumsi halal lagi thayyib. Pastikan pekerjaan yang kita lakukan tidak melanggar syariat. Jika ada keraguan, tinggalkanlah demi ketenangan hati dan keberkahan dari Sang Pencipta.
Semoga Allah senantiasa menuntun langkah kita di jalan yang halal, dan menganugerahkan keberkahan yang melimpah dalam setiap urusan kita. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.